Filem The 5th Wave
THE 5TH WAVE ini mengisahkan tentang Inovasi yang dilakukan oleh sekumpulan alien yang telah turun menyerang ke bumi yang terjadi dalam 4 gelombang (EMP, Tsunami, Penyakit Wabah Darah & Perendam). Serangan dari 4 gelombang telah menghancurkan sebahagian dari permukaan Bumi dan telah menjadikan suasana porak peranda serta kemusnahan dan kamatian dimerata tempat.
Watak Utama Filem ini diterajui oleh Chloe Grace Moretz Sebagai Cassie Sullivan. Serangan gelombang ke2 telah menyebabkan kematian ibunya dan bapanya pada gelombang ke4. Lebih menyayat hati apabila Cassie juga telah terpisah daripada adiknya iaitu Sam yang telah dibawa ke Kawasan perlindungan Tentera.
Dalam keadaan ketakutan dan perasaan tidak percaya kepada apa sahaja disekelilingnya Cassie tetap berusaha keras untuk menjejaki adik lelakinya sehingga Cassie berjumpa dengan Evan Walker lakonan Alex Roe yang telah menyelamatkan Cassie yang telah tidak sedarkan diri akibat daripada terkena tembakan pada kaki kanannya
Siapakah Evan sebenarnya? Apa yang akan terjadi kepada gelombang ke5 iaitu gelombang yang terakhir? Adakah Cassie berjaya menjejaki dan menyelamatkan adik lelakinya? Apakah terjadi kepada Bumi?
Itu sering menjadi tanda tanya kita :))
Sejarah animasi
Definisi animasi diambil dari kamus Oxford berarti film yang seolah hidup, terbuat dari fotografi, gambaran, boneka, dan sebagainya dengan perbedaan tipis antarframes, untuk memberi kesan pergerakan saat diproyeksikan (The Little Oxford Dictionary 19). Animate yang merupakan kata kerja dari bahasa Inggris berarti memberi nyawa.Animasi bukan teknologi yang baru lagi dan telah digunakan dalam berbagai film-film menarik. Namun demikian perkembangannya di Indonesia berjalan lambat sekali. Dari sekian banyak film animasi tiga dimensi yang beredar hampir semuanya adalah buatan luar negeri, bahkan sebagian besar masyarakat tidak mengetahui adanya karya lokal. Padahal hingga saat ini sudah ada dua film animasi tiga dimensi berdurasi panjang buatan anak negeri yakni “Homeland” dan “Janus Prajurit Terakhir”Sebenarnya Indonesia juga memiliki animator-animator handal, ironisnya karya mereka justru diekspor ke negara lain seperti yang dilakukan oleh Castle Animation di Jakarta. Permasalahannya adalah karena investor di Indonesia sendiri belum melihat animasi sebagai sektor yang menguntungkan (Wicaksono 25).Memperhatikan film-film animasi layar lebar yang beredar, hampir semuanya menggunakan satu teknik saja yaitu umumnya adalah animasi 3-D seperti yang biasa dilakukan Pixar studio, stop motion yang biasa dilakukan oleh Aardman, atau 2-D yang biasa dilakukan oleh Disney. Melihat kenyataan tersebut penulis disini ingin mencoba mengeksplorasi sebuah teknik animasi gabungan yang jarang dipakai. Menggabungkan dua teknik animasi yang berbeda sebenarnya tidak dimungkinkan pada tahap produksi atau tahap penganimasian namun dimungkinkan sebagai compositing di tahap pasca-produksi.Cerita dongeng berjudul “Gadis Gembala dan Penyapu Cerobong” karangan Hans Christian Andersen merupakan obyek yang menarik untuk dijadikan karya Tugas Akhir berbentuk film animasi pendek dengan teknik gabungan. Cerita ini adalah karya Andersen yang kurang populer sehingga belum pernah dibuat animasinya sama sekali. Alasan pemilihan cerita ini terletak pada jalan ceritanya yang memiliki kemampuan untuk menampilkan berbagai suasana emosi. Sehingga memungkinkan untuk ditampilkannya atau di visualkannya berbagai mood (suasana) dalam satu film yang bahkan hanya memiliki satu setting. Konkretnya adalah sebagai berikut • Suasana netral dimulai pada permulaan cerita dengan pengenalan tokoh.• Suasana tegang dimulai dari konflik yang mulai memuncak ketika sang gadis gembala dipaksa untuk menikah dengan tokoh antagonis cerita serta adegan ketika kedua tokoh utama melarikan diri.• Suasana yang gelap dan suram saat kedua tokoh utama masuk dalam laci meja untuk bersembunyi.• Suasna romantis dalam klimaks saat mereka mencapai puncak cerobong dilanjutkan dengan antiklimaks yaitu adegan di atap rumah • Suasana yang ceria dalam sebuah happy endingDengan keunggulan di atas, cerita ini merupakan sebuah cerita yang berpotensi menarik dan menantang untuk ditampilkan dalam format audio visual. Diperlukan sebuah perancangan yang matang untuk menghasilkan sebuah film yang memiliki aspek kontinuitas ketika di dalamnya memiliki adegan dengan mood yang berbeda-beda.